turukiea ainpEsu pdai
tonGiea lopi sEbo. Turukie’ inapessu,
padai tonangie’ lopi sebbok.
(Menuruti hawa nafsu ibarat
menumpang perahu bocor).
- Artinya: Jika menuruti hawa nafsu,
lenyaplah pengendalian diri. Oleh karena itu, setiap usaha yang dilandasi hawa
nafsu, yang berlebihan bisa berakhir dengan
kegagalan.
rEb siptoKo, mli
siprep ; siruai emRE tE siruai no, mlilu sipkaiGE maiGEpi
mupj.
Rebba sipatokkong, mali
siparappe’, sirui me’nre tessurui nok, malilusipakainge, maingeppi
mupaja. (Rebah saling
menegakkan, hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas dan tidak saling
menekan ke bawah, terlupa saling mengingatkan, nanti sadar atau tertolong
barulah berhenti).
- Artinya: Pesan agar orang selalu berpijak
dengan teguh dan berdiri kokoh dalam mengarungi kehidupan. Harus tolong-menolong
ketika menghadapi rintangan, dan saling mengingatkan untuk menuju ke jalan yang
benar. Hal itu akan akan tenwujud masyarakat yang aman dan
sejahtera.
pl aurgea, tEbek
toGEeG tEcau meagea, tEsieaw siyulea.
Pala uragae’, tebakke’
tongennge’ teccau mae’gae’, tessie’wa siyulae’. (Berhasil tipu daya, tak akan
musnah kebenaran, tak akan kalah yang banyak, tak akan berlawanan yang
berpantangan).
- Artinya: Tipu day, mungkin berhasil untuk
sementara, tetapi kebenaran tidak akan hilang. Kebenaran akan tetap hidup
bersinar terus dalam kalbu manusia karena akan ia datang dari sumber yang
hakiki, yaitu Tuhan YME.
troai tElE linoea,
tElai epsonku ri msglea.
Taroi telleng
linoe’, tellaing pe’sonaku ri masagalae’. (Biar dunia tenggelam, tak akan berubah
keyakinanku kepada Tuhan).
- Artinya: Apapun yang terjadi, keyakinan
yang sudah dihayati kebenarannya tidak boleh bergeser, karena segala kesulitan
di dunia ini hanyalah tantangan untuk menguji keimanan
sescorang.
aj mupoloai aolon
tauea.
Ajak mapoloi olona
tauwe’. (Jangan memotong
(mengambil) hak orang lain.
- Artinya: Memperjuangkan kehidupan adalah
sesuatu yang wajar, tetapi jangan menjadikan perjuangan itu pertarungan dengan
kekerasan yaitu saling merampas rezeki orang
lain.
nerko mealoko
medec ri jm jmmu atGko ri bet lea. aj muaolai betl sigru gruea tutuGi betl
mkEsieG tuPun.
Nare’kko mae’lokko
made’ceng ri jama-jamammu, attanngakko ri bate’lak-e’. Ajak muolai bate’lak
sigaru-garue’, tuttungngi bate’lak makessingnge’ tumpukna. (Kalau mau berhasil dalam usaha atau
pekerjaanmu, amatilah jejak-jejak. Jangan mengikuti jejak yang simpang siur,
tetapi ikutlah jejak yang baik urutannya).
- Artinya: Jejak yang simpang siur adalah
jejak orang yang tidak tentu arah tujuan. Jejak yang baik urutannya adalah jejak
orang yang berhasil dalam kehidupan. Sukses tak dapat diraih dengan semangat
saja, melainkan harus dibarengi dengan tujuan yang pasti dan jalan yang
benar.
tuupuai n tEri tuRuGi
n micw.
Tuppui naterri,
turungngi name’cawa. (Mendaki
ia menangis, menurun ia tertawaun).
- Artinya: Setiap keadaan ada timbal
baliknya. Ada dua hal yang silih berganti dalam kehidupan. Maka bersiaplah
menghadapi dua kemungkinan itu. Jangan takabur (sombong) jika sedang merasakan
kebahagiaan, karena nanti akan merasakan kesedihan juga. Demikian pula
sebaliknya, jangan terlampau bersedih jika dirundung malang, karena dari situlah
proses terjadinya kebahagiaan bakal dimulai.
mN mN muai
ealomu tbolo bErE iaiymi npitoko mnu.
Manya manya mui
ellokmu tabbollo berrek, iami napittokko manuk. (Berhati-hatilah dengan hasratmu,
kelak tertumpah bagaikan beras lalu engkau dicotok
ayam).
- Artinya: Memperlihatkan hasrat yang
berlebihan sama halnya nunjukkan kepribadian yang lemah. Dengan menampakkan
kelemahan berarti membuka peluang bagi orang yang bermaksud jahat melaksanakan
niatnya.
aiy medeceG mbua
tsrm.
Ia de’ce’nnge’
mabuang tassanrama. (Kebaikan
itu meski pun jatuh tersangkut jua).
- Artinya: Kebaikan kadang tertutup oleh
gelapnya keadaan. Akan tetapi suatu saat akan tampak dalam nurani manusia yang
mencintai kebaikan.
siedec edecn ad edea
riyolon aEK rimuRi. sijn ad eaK riyolo ed ri muRi.
Side’ce’ng-de’ce’nna ada
de’k-e’ riolona, engka rimumnri. Sijakna ada engka riolona de’k-e’
rimunri. (Sebaik-baiknya
bicara ialah yang kurang komentar tetapi didukung oleh kenyataan. Seburuk-buruk
bicara adalah yang banyak komentar tetapi tidak didukung oleh
kenyataan).
- Artinya: Sedikit bicara tetapi banyak
kerja lebih baik daripada banyak bicara tetapi tidak
bekerja.
auG tbkea ri subuea
nerko noPoki aEso pjni baun.
Unga tabbakkae’
ri subue’ nare’kko nompokni essoe’ pajani baunna. (Kembang mekar di waktu
subuh, di kala matahari terbit baunya pun hilang).
- Artinya: Jangan langsung percaya atau
gembira mendengar berita atau janji yang muluk-muluk, sebab berita tersebut
mungkin saja tidak sesuai dengan kenyaataan.
ecec pon ekl ekl tEGn
spu ri plE cpn.
Cecceng Ponna, kella-kella
tenngana, sapuripalek cappakna.
(Serakah awalnya, tamak
pertengahannya, licin tandas akhirnya).
- Artinya: Sejauh keserakahan bertambah,
sejauh itu pula menghanyutkan yang baik dan akan berakhir dengan
kehancuran.
sd mpbti ad, ad mpbti
gau, gau mpbti tau.
Sadda mappabati' ada, ada
mappabati' gau, gau’ mappabati' tau. (Bunyi mewujudkan
kata, kata menandakan perbuatan, perbuatan menunjukkan
manusia).
- Artinya: Kedudukan dan peranan orang
Bugis lebih ditentukan oleh perbuatan daripada nama yang bersangkutan. Dengan
kata lain, kata dan perbuatan seseorang akan menentukan derajat nilai seseorang
dalam masyarakat.
Iyya nanigesara’
ada' 'biyasana buttaya tammattikamo balloka, tanaikatonganngamo jukuka,
annyalotongi ase’yo. (Jika
dirusak adat kebiasaan negeri maka tuak berhenti menitik, ikan menghilang pula,
dan padi pun tidak menjadi).
- Artinya: Jika adat dilanggar berarti
melanggar kehidupan manusia. Akibatnya bukan hanya dirasakan oleh yang
bersangkutan, tetapi juga oleh seluruh anggota masyarakat, binatang,
tumbuh-tumbuhan, dan alam semesta.
pur bbr soPEku pur
tKisi goliku aulEbirEni tElEeG nto wliea.
Pura babbara'
sompekku, pura tangkisi' golikku, ulebbirenni tellennge’
nato'walie’.(Layarku sudah berkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih
baik tenggelam daripada kembali).
- Artinya: Semangat yang mengandung makna
kehati-hatian dan didasarkan atas acca (mendahulukan pertimbangan yang matang).
Pelaut Bugis tak akan berlayar sebelum tiang, jangkar, serta tali-temali
diperiksa cermat dan teliti. Di samping itu juga memperhatikan waktu dan musim
yang tepat untuk berlayar. Setelah segala sesuatunya meyakinkan,
barulah berlayar.
alai eced riesesn
aEKai mepedec sePyGi meagea ri esesn aEKai meag mksol
Alai cedde'e risesena engkai
mappedeceng, sampeanngi maegae risesena engkai maega makkasolang. (Ambil yang sedikit jika yang
sedikit itu mendatangkan kebaikan, tolak yang banyak apabila yang banyak itu
mendatangkan kebinasaan).
- Artinya: Mengambil sesuatu dari tempatnya
dan meletakkan sesuatu pada tempatnya, termasuk perbuatan mappasitinaja
(kepatutan). Kewajiban yang dibaktikan memperoleh hak yang sepadan merupakan
suatu perlakuan yang patut. Banyak atau sedikit tidak dipersoalkan oleh
kepatutan, kepantasan, dan kelayakan.
blC mnEmuai wrprmu
aebena mnEmuai aiy kiy aj muplaoai modlmu aEREeG beg lbmu.
Balanca
manemmui waramparammu, abbeneng manemmui, iyakiya aja' mupalaowi moodala'mu
enrennge’ bagelabamu. (Boleh
engkau belanjakan harta bendamu, dan pakai untuk beristri, namun janganlah
sampai kamu menghabiskan modal dan labamu).
- Artinya: Peringatan pada para pedagang
(pengusaha) agar dalam menggunakan harta tidak berlebihan sehingga kehabisan
modal dan membangkrutkan usahanya.
siri eami riaorow ri
lino.
Siri'e’ mi rionrowong
ri-lino. (Hanya untuk siri'itu
sajalah kita tinggal di dunia).
- Artinya: Dalam pepatah ini ditekankan
bahwa siri’ sebagai identitas sosial dan martabat pada orang Bugis, dan jika
memiliki martabat itulah, hidup menjadi berarti.
adEea tEmek an tEmek
apo.
Ade'e’ temmakke-anak' temmakke’-e’po. (Adat tak mengenal anak, tak
mengenal cucu).
- Artinya: Dalam menjalankan norma-norma
adat tidak boleh pilih kasih (tak pandang bulu). Misalnya, anak sendiri
jelas-jelas melakukan pelanggaran, maka harus dikenakan sanksi (hukumman) sesuai
ketentuan adat yang berlaku.
Ka-antu jekkongan
kammai batu nibuanga naung rilikua; na-antu lambu suka kammai bulo ammawanga ri
je’ne’ka, nuassakangi poko’na ammumbai appa’na, nuasakangi appa’na ammumbai
poko’na. (kecurangan itu sama
dengan batu yang dibuang kedalam lubuk; sedangkan kejujuran laksana bambu yang
terapung di air, engkau tekan pangkalnya maka ujungnya timbul, engkau tekan
ujungnya maka pangkalnya timbul).
- Artinya: Kecurangan mudah disembunyikan,
namun kejujuran akan senantiasa tampak dan muncul ke
permukaan.
mtulu pEerjo tEpEtu
sirRE pdpi mpEtu iaiy.
Mattulu’ perejo
te’pe’ttu siranreng, padapi mape’ettu iya.
(Terjalin laksana tali pengikat batang bajak pada luku yang
selalu bertautan, tak akan putus sebelum putus
ketiganya)
- Artinya: Ungkapan ini melambangkan
eratnya persahabatan. Masing-masing saling mempererat dan memperkuat, sehingga
tidak putus jalinannya. Apabila putus satu, maka semua
putus.
naiy riysEeG pnw nw
mpciGi riatin spai ri nwnan nloloGEGi sinin adea aEREeG gauea npoelai j aEREeG
npoelai edec.
Naia riyasennge’
pannawanawa, mapaccingi riatinna, sappai rinawanawanna, nalolongenngi sininna
adae’ enrenge’ gau’e’ napolei’ ja’ enrenge’ napolei’
de’ceng.(Cendekiawan (pannawanawa) ialah orang yang ikhlas, yang
pikirannya selalu mencari-cari samapai dia menemukan pemecahan persoalan yang
dihadapi demikian pula perbuatan yang menjadi sumber bencana dan sumber
kebajikan).
- Artinya: Ungkapan ini menggambarkan
posisi orang pandai di masyarakatnya.
aj mumtEbE ad ap
aiytu adea meag bEtuwn muatutuaiwi lilmu ap iaiy lilea pewrE
ewrE.
Aja' mumatebek
ada, apak iyatu adae’ mae’ga bettuwanna. Muatutuiwi lilamu, apak iya lilae’
pawere’-were’.(Jangan banyak bicara, sebab bicara itu banyak artinya.
Jaga
lidahmu, sebab lidah itu sering mengiris).
- Artinya: Peringatan agar setiap orang
selalu menjaga kata-kata yang diucapkan jangan sampai menyakiti hati orang
lain.
aju mluruea mi riwl
perw bol.
Aju malurue’mi
riala parewa bola. (Hanyalah
kayu yang lurus dijadikan ramuan rumah).
- Artinya: Rumah sebagai perlambang dad
pemimpin yang melindungi rakyat. Hanya orang yang memiliki sitat jujur yang
layak dijadikan pemimpin, agar yang bersangkutan dapat menjalankan fungsi
perannya dengan baik.
duuw lalE tEPEdi ri
yol aiynritu llEn psriea aEREeG llEn p golea.
Duwa laleng
tempekding riola, iyanaritu lalenna passarie’ enrennge’ lalenna.
Paggollae’. (Dua cara tak dapat
ditiru, ialah cara penyadap enau dan cara pembuat gula
merah).
- Artinya: Jalan yang ditempuh penyadap
enau tidak tentu, kadang dari pohon ke pohon lain melalui pelepah atau semak
belukar, sehingga dikiaskan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
Pembuat gula merah umumnya tak menghiraukan kebersihan, lantaran itu banyak tak
diketahui orang.
Lapa nakulle’ taue’
mabbaina narekko naulle’ni magguli-lingiwi dapurenge’ we’kka pitu. (Apabila se orang ingin beristeri, harus
sanggup mengelilingi dapur tujuh kali).
- Artinya: Di sini dapur merupakan
perlambang dari masalah pokok data, kehidupan rumah tangga. Sedangkan tujuh kali
merupakan padanan terhadap jumlah hari yang juga tujuh (Senin sampai Minggu).
Maksudnya, sebelum berumah tangga harus memiliki kesanggupan memikul tanggung
jawab menghidupi keluarga setiap hari.
ed nlbu aEsoea ri
tEGn bitrea.
De’k nalabu essoe’
ri tenngana bitarae’. (Tak akan
tenggelam matahari di tengah langit).
- Artinya: Manusia tidak akan mati sebelum
takdirnya sampai. Oleh karena itu, keraguan harus disingkirkan dalam menghadapi
segala tantangan hidup.
jgai wi blimu sisE
mualitutuai rGEmu ewk sEpulo nsb
rGEmu ritu bias mCji bli.
Jagaiwi balimmu
siseng mualitutui rangemmu wekka seppulo nasaba rangemmu ritu biasa mancaji
bali. (Jagalah lawanmu sekali
dan jagalah sekutumu sepuluh kali lipat sebab sekutu itu bisa menjadi
lawan).
- Artinya: Terhadap lawan sikap kita sudah
jelas, namun yang harus lebih diwaspadai jangan sampai ada kawan berkhianat.
Sebab, lawan menjadi bertambah dan membuat posisi rentan karena yang
bersangkutan mengetahui rahasia (kelemahan)
kita.
lEbi ai cau caurEeG n
pElorEeG.
Lebbik-i cau-caurennge’
napellorennge’.
(Lebih baik sering kalah
daripada pengecut).
- Artinya: Orang yang sering kalah, masih
memiliki semangat juang meskipun lemah dalam menghadapi tantangan. Sedangkan
seorang pengecut, sama sekali tak memiliki keberanian ataupun semangat untuk
berusaha menghadapi tantangan.
mlai bukurup ri cauea
mplib ri mej ri pGRoea.
Malai bukurupa
ricau’e, mappalimbang ri maje’ ripanganroe’.
(Memalukan kalau dikalahkan, mematikan kalau
ditaklukkan).
- Artinya: Dikalahkan karena keadaan
memaksa memang memalukan. Sedangkan takluk sama halnya menyerahkan seluruh harga
diri, dan orang yang tidak memiliki harga diri sama halnya
mati.
naiy tau mlEPuea
mGuru mnai tau sogiea.
Naiya tau
malempuk-e’ manguruk manak-i tau sugi-e. (Orang jujur sewarisan dengan rang
kaya).
- Artinya: Orang jujur tidak sutit
memperoleh kepercayaan dari orang kaya karena
kejujurannya.
mess pG tEmess api
mess api tE mess botorE.
Masse’sa panga, temmase’sa
api, masse’sa api temmas’esa botoreng. (Bersisa pencuri tak
bersisa api, bersisa api tak barsisa penjudi).
- Artinya: Sepintar-pintarnya pencuri, dia
tidak mampu mengambil semua barang (misalnya mengambil rumah atau tanah). Akan
tetapi sebesar-besarnya kebakaran hanya mampu menghancurkan barang-barang (tanah
masih utuh). Akan tetapi seorang penjudi dapat menghabiskan seluruh barang
miliknya (termasuk tanah dalam waktu singkat).
mau meag pbiesn nboGo
po lopin etaw n lurE.
Mau mae’ga
pabbise’na nabonngo ponglopinna te’a wa' nalureng. (Biar banyak pendayungnya, tetapi
badoh juru mudinya takkan ku jadi penumpangnya).
- Artinya: Kebahagiaan rumah tangga
ditentukan oleh banyak ha , tetapi yang paling menentukan adalah kecakapan dan
rasa tanggung jawab kepala rumah tangga itu
sendiri.
naiy acea riptopoki
ejko agto aliri etyai mrEdu mpoloai.
Naiya accae
ripatoppoki je’kko, aggato aliri, nare’kko te’yai maredduk,
mapoloi.(Kepandaian yang disertai kecurangan ibarat tiang rumah, lalu
tidak tercerabut ia akan patah).
- Artinya: Di Bugis, tiang rumah
dihubungkan satu dengan yang lain menggunakan pasak. Jika pasak itu bengkok
sulit masuk ke dalam lubang tiang, dan patah kalau dipaksakan. Kiasan terhadap
orang pandai tetapi tidak jujur. Ilmunya tak akan mendatangkan kebaikan
(berkah), bahkan dapat membawa bencana
(malapetaka).
nerko mealoko tikE
esauw aolokolo spai betln. nerko del spai meagn betl tau.
Narekko
mae’lokko tikkeng se’uwa olokolok sappak-i bate’lana. Narekko sappakko dalle’k
sappak-i mae’gana bate’la tau.
(Kalau ingin menangkap seekor binatang, carilah jejaknya. Kalau
mau rezeki, carilah di mana banyak jejak manusia).
Artinya: Pada hakikatnya,
manusialah yang menjadi pengantar rezeki, sehingga di mana banyak manusia akan
ditemui banyak rezeki.